NEGOSIASI ISLAM DAN BUDAYA: RITUAL BA’AYUN SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DI KALIMANTAN SELATAN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Artikel ini mengeksplorasi dinamika negosiasi antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal melalui ritual Ba’ayun sebagai media pembentukan karakter religius pada masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Ba’ayun bukan sekadar upacara transisi kehidupan bagi anak-anak, melainkan sebuah instrumen strategis yang mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam praktik budaya lokal secara harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif antardisiplin dengan menggabungkan perspektif sosiologi, pendidikan, dan antropologi untuk membedah fungsi ritual tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ba’ayun memfasilitasi internalisasi nilai-nilai karakter melalui tahapan moral knowing, moral feeling, dan moral action yang didukung oleh metode pedagogi formal dan informal, seperti pembacaan ayat Al-Qur'an dan keteladanan. Selain itu, ritual ini berperan sebagai instrumen kohesi sosial dan penyangga (buffer) budaya yang memperkuat identitas komunal di tengah arus modernisasi. Legitimasi ritual dalam bingkai hukum Islam dimungkinkan melalui peran ulama lokal yang memediasi teks keagamaan dengan adat istiadat ('urf sahih). Artikel ini menyimpulkan bahwa keberhasilan negosiasi antara Islam dan budaya dalam ritual Ba’ayun menjadi fondasi penting bagi pembangunan karakter bangsa yang berakar pada kearifan lokal yang religius.
Rincian Artikel
LP2M-UMNAW-Copyright@ 2018