TRADISI SEBARAN APEM KEONG MAS DESA PENGGING KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI KAJIAN ETNOLINGUISTIK

Isi Artikel Utama

Gitya Ayuningtyas, Auliana Dwi Rahmah, Imam Baihaqie

Abstrak

Artikel ini mengkaji tradisi Sebaran Apem Keong Mas di Desa Pengging, kecamatan Banyudono, kabupaten Boyolali dari prespektif etno linguistik. Tradisi, yang secara ruting diadakan setiap tahun pada bula sapar, merupakan bentuk budaya lokal yang telah terjaga di tengah gelombang modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi dan dokumentasi mendalam. Analisis data menggunakan metode informal dengan penekanan pada nama, makna, dan istilah dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Sebaran Apem Keong Mas terdiri dari empat prosea utama: tirakatan, larungan, arak-arakan, dan sebaran apem. Setiap proses memiliki makna budaya yang mendalam terkait dengan rasa Syukur, pemersatu Masyarakat, kesuburan, dan harmonii dengan alam. Studi ini menunjukkan bahwa struktur bahasa dan penamaan dalam tradisi Sebaran Apem Keong Mas mencerminkan cara Masyarakat pengging memahami dan berinteraksi dengan dunia mereka, sesuai dengan hipotesis Sapir-Whorf. Kesimpulannya, tradisi Sebaran Apem Keong Mas bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga sistem pengetahuan budaya yang mengintregasikan nilai-nilai spiritual, social, dan lingkungan yang tetap bermakna sebagai warisan budaya local.


 

Rincian Artikel

Bagian
Articles