TANTANGAN DALAM PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA DI JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS
Isi Artikel Utama
Abstrak
Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Atas (SMA) bertujuan untuk memberikan fleksibilitas kepada sekolah dan guru dalam menyusun pembelajaran yang lebih kontekstual, berbasis proyek, serta memperkuat karakter dan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka, terutama dalam aspek kesiapan guru, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan, observasi proses pembelajaran, dan analisis dokumen terkait. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dalam pengalaman para informan terkait implementasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka meliputi kurangnya pelatihan yang memadai bagi guru, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta beban administrasi yang tinggi. Selain itu, kesenjangan kesiapan antara sekolah dengan sumber daya yang memadai dan yang terbatas semakin memperlebar disparitas dalam implementasi kurikulum ini. Meskipun pemerintah telah menyediakan platform pendukung seperti Merdeka Mengajar, pemanfaatannya masih terbatas akibat minimnya akses dan pelatihan berkelanjutan. Kesimpulannya, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi melalui peningkatan kualitas pelatihan, penyediaan sarana pendukung, serta penyederhanaan beban administratif. Diperlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan tenaga pendidik agar Kurikulum Merdeka dapat diterapkan secara efektif dan merata di seluruh SMA di Indonesia.
Rincian Artikel
LP2M-UMNAW-Copyright@ 2018