PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH WILAYAH 3T : STUDI KASUS SMP NEGERI 3 HILIDUHO

  • Refisiska Gulo, Noveri Amal jaya Harefa, Noibe Halawa,Lestari Waruwu Universitas Nias
Keywords: Learning Problems, Indonesian Language, 3T Area Schools, Case Study

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menghadapi berbagai tantangan akibat kesenjangan mutu pendidikan dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika yang dihadapi guru dan siswa, menganalisis faktor penyebabnya, serta mengetahui upaya penanggulangannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi dari kepala sekolah, guru Bahasa Indonesia, serta siswa kelas VII dan VIII, lalu dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika utama meliputi rendahnya pemahaman teks bacaan, minimnya minat baca, kurangnya partisipasi aktif siswa, serta kesulitan berbicara dan menulis menggunakan Bahasa Indonesia baku. Faktor penyebabnya didorong oleh kondisi geografis 3T yang memicu keterbatasan sarana dan teknologi, dominasi penggunaan bahasa daerah (Bahasa Nias) dalam keseharian, minimnya bahan bacaan, serta belum optimalnya lingkungan belajar di rumah. Kesimpulannya, hambatan pembelajaran Bahasa Indonesia di daerah 3T dapat diatasi melalui penerapan pendekatan kontekstual, diskusi kelompok, pembimbingan literasi bertahap, serta pemanfaatan media pembelajaran sederhana dengan dukungan pembiasaan literasi dari pihak sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-10-29
Section
Articles