Pengaruh Modal Sosial dan Jaringan Bisnis Terhadap Pengembangan Usaha Bordir di Kota Tasikmalaya

Isi Artikel Utama

Resky Ichsan Taufik
Alfin Nur Arifah
Rina Madyasari
Yudi Setia Rachmanda

Abstrak

Usaha bordir merupakan salah satu sektor usaha unggulan di Kota Tasikmalaya yang memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, dalam perkembangannya masih terdapat pelaku usaha yang mengalami keterbatasan dalam memanfaatkan modal sosial dan membangun jaringan bisnis sehingga pengembangan usaha belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Modal Sosial dan Jaringan Bisnis terhadap Pengembangan Usaha bordir di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah pelaku usaha bordir di Kota Tasikmalaya dengan sampel sebanyak 94 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi (R²), uji F, dan uji t dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modal Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengembangan Usaha dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,356 dan nilai signifikansi sebesar 0,002. Jaringan Bisnis juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pengembangan Usaha dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,463 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi modal sosial dan semakin luas jaringan bisnis yang dimiliki pelaku usaha, maka semakin tinggi pula tingkat pengembangan usaha bordir di Kota Tasikmalaya.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian
Articles