Ketahanan UMKM Kuliner Dalam Menghadapi Krisis Ekonomi

Isi Artikel Utama

Hagzar Salma Ahmad
Sofie Ramadhani
Milwan Zuhri
Ratna Sari Dewi

Abstrak

Krisis ekonomi tahun 1997 yang diawali dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan krisis moneter menyebabkan resesi yang melanda berbagai sektor. Namun, UMKM terbukti mampu bertahan dan menjadi tulang punggung ekonomi, termasuk sektor kuliner seperti usaha Nasi Goreng Ibu Linda. Usaha ini bermula dari keterbatasan modal, namun berkat komitmen dan inovasi, mampu berkembang signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan Ibu Linda selaku pemilik usaha untuk memperoleh informasi langsung terkait strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, tantangan, dan upaya yang dilakukan dalam menghadapi krisis. Berdasarkan hasil wawancara, faktor utama kesuksesan usaha ini adalah lokasi yang strategis, kualitas produk yang konsisten, serta promosi dari mulut ke mulut. Meskipun belum memanfaatkan platform digital dan belum memiliki sertifikasi halal, usaha ini tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif. Tantangan yang dihadapi sejak awal, termasuk dampak krisis moneter, mampu diatasi dengan ketekunan dan strategi sederhana namun efektif. Kisah Nasi Goreng Ibu Linda mencerminkan potensi besar UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta pentingnya dukungan dan pengembangan berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil. Dukungan dari pemerintah dan akses permodalan akan sangat membantu mendorong skala usaha ke tahap yang lebih tinggi, serta meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif dan dinamis dalam era globalisasi ekonomi saat ini.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian
Articles