ALLEGATION OF RESEARCH MISCONDUCT
Jurnal Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan berkomitmen untuk menjaga integritas, kredibilitas, dan transparansi dalam penerbitan ilmiah. Jurnal ini menanggapi dugaan pelanggaran etika penelitian dengan serius serta menanganinya secara adil, rahasia, dan objektif, sesuai dengan prinsip-prinsip etika publikasi yang berlaku.
- Definisi Pelanggaran Etika Penelitian
Pelanggaran etika penelitian mencakup, namun tidak terbatas pada, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme, serta praktik-praktik lain yang mencederai integritas penelitian dan publikasi ilmiah.
- Fabrikasi: Menciptakan data, hasil, atau informasi penelitian, lalu melaporkannya seolah-olah asli.
- Falsifikasi: Memanipulasi bahan, peralatan, proses, data, atau hasil penelitian sedemikian rupa sehingga menyajikan catatan penelitian yang tidak akurat.
- Plagiarisme: Menggunakan gagasan, kata-kata, data, atau karya orang lain tanpa memberikan pengakuan yang semestinya.
- Praktik tidak etis lainnya: Tindakan yang dapat mengompromikan integritas penelitian, termasuk praktik kepenulisan yang tidak tepat, publikasi ganda, konflik kepentingan yang tidak diungkapkan, manipulasi proses penelaahan sejawat (peer review), atau kegagalan dalam mematuhi ketentuan etika penelitian yang berlaku.
- Penyampaian Dugaan
Siapa pun yang memiliki kekhawatiran beralasan mengenai potensi pelanggaran etika penelitian dalam naskah yang diserahkan ke, atau artikel yang telah diterbitkan di, Jurnal Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan dapat melaporkan hal tersebut kepada kantor redaksi melalui saluran komunikasi resmi jurnal.
Laporan harus disertai dengan penjelasan yang jelas mengenai kekhawatiran tersebut dan, jika memungkinkan, bukti pendukung seperti dokumen, data, publikasi, atau informasi lain yang dapat diverifikasi. Dugaan harus disampaikan dengan iktikad baik dan tidak boleh didasarkan semata-mata pada spekulasi atau ketidaksepakatan pribadi
- Penilaian Awal
Setelah menerima dugaan, tim redaksi akan melakukan penilaian awal untuk menentukan apakah masalah tersebut berada dalam lingkup tanggung jawab jurnal dan apakah tersedia informasi yang cukup untuk menindaklanjutinya dengan pemeriksaan lebih lanjut.
Tim redaksi dapat meminta informasi tambahan atau klarifikasi dari pelapor jika diperlukan. Jika dipandang perlu, jurnal dapat berkonsultasi dengan pakar independen atau merujuk masalah tersebut kepada institusi atau organisasi penelitian tempat penulis bernaung.
- Prosedur Investigasi
Jika suatu dugaan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, jurnal akan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menilai bukti yang tersedia secara adil dan objektif. Tergantung pada sifat tuduhan yang diajukan, langkah-langkah yang diambil dapat mencakup:
- Meninjau naskah yang diserahkan, artikel yang telah diterbitkan, data penelitian, serta dokumen pendukung yang relevan.
- Meminta penjelasan atau tanggapan dari penulis yang bersangkutan.
- Berkonsultasi dengan pakar independen atau spesialis integritas penelitian yang kompeten jika diperlukan.
- Menghubungi institusi atau organisasi penelitian terkait apabila masalah tersebut memerlukan investigasi formal yang berada di luar wewenang jurnal.
- Mengevaluasi bukti yang ada dan menentukan tindakan editorial yang tepat berdasarkan temuan serta prinsip etika publikasi yang berlaku.
Jurnal mengakui bahwa investigasi formal terhadap pelanggaran etika penelitian mungkin menjadi tanggung jawab institusi tempat penulis bernaung atau badan berwenang lainnya. Jurnal akan bekerja sama dalam investigasi semacam itu jika dipandang perlu.
- Kerahasiaan dan Perlakuan yang Adil
Tuduhan ditangani secara rahasia sejauh dimungkinkan dan tetap sejalan dengan proses penilaian yang adil. Informasi hanya dibagikan kepada pihak atau organisasi yang memerlukannya untuk menilai atau menyelidiki masalah tersebut.
Pihak yang dituduh melakukan pelanggaran akan diberikan kesempatan yang memadai untuk menanggapi tuduhan sebelum kesimpulan editorial diambil, selama situasi memungkinkan. Jurnal berupaya menghindari pengambilan keputusan yang terburu-buru dan akan mempertimbangkan bukti yang tersedia secara objektif.
- Tindakan Editorial
Bergantung pada sifat dan tingkat keseriusan masalah serta bukti yang tersedia, jurnal dapat mengambil satu atau beberapa tindakan berikut:
- Meminta klarifikasi, dokumentasi tambahan, atau koreksi dari penulis.
- Menolak naskah yang diajukan apabila terdapat masalah serius terkait etika atau integritas penelitian yang terbukti benar atau tidak terselesaikan.
- Menerbitkan koreksi atau pernyataan keprihatinan editorial (*editorial expression of concern*) jika dianggap perlu.
- Menarik kembali (*retract*) artikel yang telah diterbitkan apabila bukti yang ada dan standar etika publikasi yang berlaku menuntut dilakukannya penarikan tersebut.
- Memberitahukan institusi terkait, organisasi penelitian, atau badan lain yang berwenang jika diperlukan.
- Membatasi pertimbangan editorial lebih lanjut terhadap naskah yang diajukan dalam kasus pelanggaran serius yang terbukti, sesuai dengan kebijakan jurnal.
Tindakan editorial yang diambil akan proporsional terhadap temuan yang ada serta konsisten dengan kebijakan jurnal mengenai etika publikasi, koreksi, penarikan artikel, dan pencabutan naskah.
- Tuduhan Palsu atau Berniat Buruk
Jurnal mengharapkan agar setiap tuduhan disampaikan secara bertanggung jawab dan dengan itikad baik. Tuduhan yang terbukti sengaja dibuat-buat atau bermaksud buruk dapat diteruskan kepada institusi atau otoritas yang berwenang jika diperlukan. Namun, tuduhan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya tidak serta-merta dianggap sebagai tuduhan yang bermaksud buruk.
- Permasalahan Pascapublikasi
Permasalahan terkait artikel yang telah diterbitkan dapat dilaporkan kepada kantor redaksi kapan saja. Jurnal akan mengevaluasi laporan tersebut berdasarkan bukti yang tersedia dan menentukan apakah diperlukan koreksi, pernyataan keprihatinan, penarikan artikel, atau tindakan lain guna menjaga integritas catatan ilmiah.
- Komitmen terhadap Integritas Penelitian
Jurnal Ilmu Manajemen dan Kewirausahaan berkomitmen untuk menjaga integritas catatan ilmiah serta mendorong praktik penelitian dan publikasi yang bertanggung jawab. Semua tuduhan mengenai pelanggaran etika penelitian akan dievaluasi dengan mempertimbangkan bukti yang ada, prinsip keadilan, kerahasiaan, serta tanggung jawab dari penulis, editor, penelaah (*reviewer*), dan institusi terkait.







