PENENTUAN KADAR ALKALOID EKSTRAK KULIT KAYU RARU SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT NON POLAR
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kulit kayu raru yang memiliki senyawa bioaktif yang dapat digunakan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar alkaloid dalam ekstrak Kulit Kayu Raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) dengan pelarut etanol dan metanol serta menentukan aktivitas antibakteri isolat dengan pelarut non polar.
Penelitian yang dilakukan meliputi ekstraksi simplisia kulit kayu raru dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol dan metanol. Ekstrak yang dihasilkan diekstraksi cair-cair dengan pelarut kloroform untuk mendapatkan isolat alkaloid. Kemudian isolat diuji aktivitasnya terhadap uji antibakteri. Penelitian ini merupakan fundamental yang direncanakan dilakukan dalam satu tahun dan merupakan kelanjutan penelitian tahun sebelumnya. Penelitian ini menggunakan dana internal Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Adapun Tingkat Kesiapan Teknologi dalam penelitian ini adalah 2.
Hasil penelitian ini adalah senyawa alkaloid dari ekstrak kulit kayu raru dapat difraksinasi dengan ekstraksi cair-cair pelarut kloroform. Hasil fraksinasi diidentifikasi menggunakan spektroskopi FT-IR hasil identifikasi mengandung gugus fungsi N-H, C-N, C=O, C=C Aromatik, dan C=O Tajam, yang menandakan teridentifikasi mengandung senyawa alkaloid. Kadar senyawa alkaloid ditentukan dengan Spektrofotometri UV, fraksi kloroform ekstrak etanol dan metanol masing-masing adalah 18,9491± 0,09222956, dan 21,0325 ± 0,098274937 µg/g. Fraksi alkaloid ekstrak kulit kayu raru memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan zona hambat terbaik yaitu konsentrasi 50%