ANALISIS KANDUNGAN PARACETAMOL DAN METAMPIRON PADA SEDIAAN JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI PASAR KOTA BENGKULU DENGAN METODE HPLC

Main Article Content

Tati kusmini

Abstract

Peredaran jamu tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) secara ilegal marak terjadi dan mengancam kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta menetapkan kadar paracetamol dan metampiron pada 10 sampel jamu pegal linu kemasan serbuk di tiga pasar utama Kota Bengkulu menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC).Tahap awal pengujian meliputi uji organoleptis dan uji kualitatif melalui reaksi warna dan penegasan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel yang menunjukkan hasil positif kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan instrumen HPLC dengan fase gerak metanol dan aquadest (60:40).Hasil identifikasi menunjukkan seluruh sampel negatif terhadap kandungan metampiron. Sedangkan, 2 dari 10 sampel jamu pegal linu (kode J7 dan J8) positif mengandung paracetamol dengan nilai Rf yang identik terhadap baku pembanding (Rf standar = 0,56; J7 = 0,55; J8 = 0,56). Analisis kuantitatif HPLC, diperoleh rata-rata kadar paracetamol yang sangat tinggi, yaitu sebesar 90,7% pada tiap 10 mg sampel J7 dan 47,5% pada tiap 10 mg sampel J8. Temuan ini mengonfirmasi adanya pelanggaran regulasi yang melarang keras penambahan BKO ke dalam jamu.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles