Program KKNT UNA: Ecobrick sebagai Solusi Mengatasi Permasalahan Sampah di Desa Meranti
Isi Artikel Utama
Abstrak
Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Asahan (UNA) di Desa Meranti mengusung tema “Ecobrick sebagai Solusi Mengatasi Permasalahan Sampah” yang bertujuan untuk mengatasi penumpukan sampah plastik serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah plastik, dengan jumlah timbunan yang terus meningkat hingga diperkirakan mencapai 60 juta ton pada tahun 2025. Desa Meranti, yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, turut mengalami permasalahan ini karena keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah dan rendahnya tingkat partisipasi warga. Melalui program KKNT UNA, mahasiswa melakukan serangkaian kegiatan meliputi survei lapangan, sosialisasi kepada masyarakat, pengumpulan sampah plastik, hingga pembuatan ecobrick yang kemudian dirakit menjadi karya kreatif berupa instalasi I LOVE MERANTI. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-eksplanatif, berdasarkan observasi langsung dan kajian literatur. Hasil program menunjukkan bahwa masyarakat mampu mengumpulkan 10 karung sampah plastik dalam kurun waktu dua bulan, yang kemudian diolah menjadi ecobrick berkualitas. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap pengurangan sampah plastik, tetapi juga meningkatkan kesadaran, keterampilan, kreativitas, serta memperkuat kebersamaan warga desa. Dengan demikian, ecobrick terbukti sebagai salah satu alternatif inovatif dalam pengelolaan sampah plastik di tingkat pedesaan yang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi produk fungsional dan bernilai ekonomis.