STRATEGI GURU DALAM MENGATASI HAMBATAN ARTIKULASI PADA SISWA TUNADAKSA DI KELAS INKLUSIF
Isi Artikel Utama
Abstrak
Hambatan artikulasi pada siswa tunadaksa di kelas inklusif merupakan tantangan signifikan yang memengaruhi proses komunikasi dan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi yang digunakan guru dalam mengatasi hambatan artikulasi pada siswa tunadaksa di kelas inklusif, khususnya terkait cara berkomunikasi, pemberian jeda, dan teknik instruksi yang meminimalkan tekanan psikologis saat siswa berbicara. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan angket kepada guru, siswa tunadaksa, dan orang tua di empat sekolah dasar inklusif di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru yang paling efektif meliputi penggunaan komunikasi multimodal, pemberian waktu tunggu yang cukup (wait time), penerapan instruksi bertahap, serta penciptaan lingkungan kelas yang aman dan bebas tekanan. Disimpulkan bahwa penerapan strategi komunikasi inklusif secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri siswa tunadaksa dalam berbicara dan berpartisipasi aktif di kelas.
Kata kunci: artikulasi, tunadaksa, kelas inklusif