Pelatihan Pemanfaatan Alternatif Pengelolaan Sampah Menjadi Ekoenzim Untuk Mendukung Ekonomi Kreatif Masyarakat
Isi Artikel Utama
Abstrak
Permasalahan sampah organik rumah tangga di pedesaan masih didominasi oleh sistem kumpul, angkut dan buang yang berkontribusi terhadap peningkatan volume tempat pembuangan akhir dan pencemaran lingkungan. Rendahnya penerapan prinsip ekonomi sirkular mendorong perlunya inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui produksi ekoenzim dari limbah organik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Situmeang Hasundutan Pintu Bosi dengan pendekatan partisipatif. Metode meliputi sosialisasi konsep ekonomi sirkular, pelatihan pembuatan ekoenzim menggunakan rasio 1:3:10 (gula, limbah organik, air), praktik langsung, serta pendampingan proses fermentasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan umpan balik peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik secara mandiri. Peserta berhasil memproduksi ekoenzim dengan proses fermentasi awal yang baik serta memahami potensi pemanfaatannya sebagai pupuk cair dan pembersih alami. Program ini efektif mengurangi volume sampah organik sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk ramah lingkungan, sehingga mendukung keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi kreatif desa.