PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN RME DI WILAYAH PESISIR PANTAI
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pembelajaran matematika pada materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) sering dianggap abstrak oleh siswa, terutama di wilayah pesisir yang kesehariannya dekat dengan aktivitas konkret seperti jual beli ikan, pembagian hasil tangkapan, dan penggunaan modal nelayan. Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dipandang mampu menghubungkan konsep aljabar dengan pengalaman nyata siswa sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran PLSV berbasis konteks pesisir menggunakan pendekatan RME. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek tiga guru matematika dari SMPN 1 dan SMPN 2 Talawi yang telah menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis RME. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan model Miles dan Huberman, mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang konteks autentik, fasilitator proses matematisasi, dan motivator pembelajaran. Penggunaan konteks pesisir seperti jual beli ikan, berat tangkapan, dan pembagian hasil laut terbukti membantu siswa memahami variabel dan persamaan dengan lebih konkret, meningkatkan aktivitas bertanya, serta memperkuat minat belajar. Siswa juga lebih mampu menuliskan model matematis karena memahami hubungan antara cerita dan simbol matematis. Meskipun guru menghadapi tantangan seperti keterbatasan media dan waktu, penerapan RME dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterlibatan siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan konteks lokal dalam desain pembelajaran matematika, khususnya di wilayah pesisir, serta perlunya pelatihan bagi guru untuk memperluas variasi konteks dan media pembelajaran berbasis RME.