PENGUATAN PERAN PENGASUHAN AYAH (FATHERING) DI DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK PROVINSI JAWA TENGAH

Isi Artikel Utama

Fathin Farah Fadhilah
Rina Windiarti
Rofi Wahanisa
Bagus Kisworo
Afdila Raudlatun Ni’mah
Rama Wahyu Arta

Abstrak

Isu fatherless menjadi perhatian serius di Indonesia, mengingat pentingnya peran ayah sebagai mitra ibu dalam pengasuhan anak. Minimnya keterlibatan ayah dapat memicu berbagai dampak negatif pada anak, seperti gangguan kesehatan mental, kesulitan mengambil keputusan, disorientasi seksual, hingga rendahnya ketahanan diri yang meningkatkan risiko kekerasan seksual. Berdasarkan data SIGA tahun 2022, di Jawa Tengah terdapat 4,37% anak mengalami pengasuhan tidak layak dan 5.974 anak diasuh oleh salah satu orangtua. Data Simfoni PPA mencatat lonjakan kasus kekerasan anak dari 14.446 kasus pada 2021 menjadi 16.106 kasus pada 2022, dengan kekerasan seksual sebagai kasus terbanyak. Sayangnya, DP3AP2KB Jawa Tengah belum memiliki program penguatan peran ayah yang berkelanjutan, dan selama ini hanya terbatas pada gerakan dalam event tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan yang menekankan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan melalui materi seperti penguatan komunikasi afektif, emosi yang teratur, disiplin positif, serta keterlibatan aktif dalam pertumbuhan dan pendidikan anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap peran strategis ayah dalam keluarga.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian
Articles