PEMBERDAYAAN SANTRI PONDOK PESANTREN MELALUI PENDIDIKAN POLITIK UNTUK MEWUJUDKAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH YANG BERKUALITAS DAN BERINTEGRITAS

Isi Artikel Utama

Budi Tresnayadi
Wawan Kurniawan

Abstrak

Pendidikan politik pada pondok pesantren di Indonesia memegang peranan penting dalam proses demokrasi, terutama pada pemilihan kepala daerah (Pilkada). Santri, sebagai generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan, perlu dibekali pemahaman politik agar dapat berpartisipasi aktif dan bijak dalam demokrasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah Participatory Action Research (PAR). Adapun hasil pengabdian ini ialah pemberdayaan santri melalui pendidikan politik di Pondok Pesantren Darussalam, Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Al-Mustofa, dan Pondok Pesantren As-Sa’adah di Sumedang menunjukkan keberhasilan pendekatan yang diterapkan. Di Pondok Pesantren Darussalam, kegiatan berfokus pada pemahaman dasar partisipasi politik dan mekanisme pemilihan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta simulasi pemilihan. Sementara itu, Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Al-Mustofa menggunakan metode studi kasus dan role-play untuk menjelaskan dinamika politik. Adapun di Pondok Pesantren As-Sa’adah, perhatian diberikan pada pengembangan keterampilan kepemimpinan dan partisipasi aktif, dengan diskusi tentang integritas politik dan strategi pemilihan yang memberi santri alat untuk menjadi pemimpin yang efektif. Secara keseluruhan, ketiga pondok pesantren telah berhasil menerapkan pendekatan yang saling melengkapi, menghasilkan santri yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis untuk terlibat dalam pemilihan kepala daerah secara etis dan berintegritas, sehingga mendukung terciptanya pemerintahan yang berkualitas.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian
Articles