- PEMBERDAYAAN LITERASI AL-QUR’AN INKLUSIF BAGI KOMUNITAS DIFABEL KAWAN NETRA SURABAYA MELALUI STRATEGI PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Program pemberdayaan literasi Al-Qur’an bagi komunitas difabel netra di Surabaya dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berlangsung secara inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata peserta. Hasil program menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan teknis membaca Al-Qur’an braille tidak serta-merta memenuhi kebutuhan literasi peserta, sehingga dibutuhkan pendampingan pada level pemahaman makna. Melalui kegiatan membaca braille, tanya jawab tajwid, dan latihan makhraj, peserta menyadari pentingnya akses terhadap tafsir untuk memperkaya pengalaman spiritual mereka. Pendampingan tafsir Surah Al-Kahfi yang dilakukan secara dialogis dan adaptif mendorong peserta untuk menafsirkan ayat, mengajukan pertanyaan kritis, serta menghubungkan pesan Al-Qur’an dengan pengalaman hidup mereka. Proses ini menegaskan bahwa literasi Al-Qur’an bersifat multidimensi dan bahwa pendekatan PAR efektif dalam menciptakan ruang belajar yang memberdayakan dan setara. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran kritis, kemandirian spiritual, dan motivasi belajar yang berkelanjutan, sehingga dapat menjadi model pemberdayaan literasi Al-Qur’an inklusif bagi komunitas difabel di wilayah lain.