Implementasi QRIS pada UMKM Lokal di Pusat Pemerintahan Wilayah Perbatasan Negara
Isi Artikel Utama
Abstrak
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah perbatasan yang tingkat literasi digitalnya masih rendah. Di Desa Dalam Kaum, Kabupaten Sambas, sebagian besar UMKM belum memanfaatkan sistem pembayaran digital seperti QRIS karena kurangnya pemahaman dan pendampingan teknis. Padahal, QRIS mampu meningkatkan efisiensi transaksi karena mudah digunakan, aman, serta terintegrasi dengan berbagai dompet digital. Program pengabdian ini dilaksanakan melalui tiga tahap: (1) pendataan UMKM yang belum menggunakan QRIS, (2) pendampingan pembuatan akun DANA Bisnis untuk memperoleh QRIS, dan (3) evaluasi pasca-implementasi. Sebanyak 15 UMKM berhasil memperoleh QRIS, dengan 80% responden menyatakan sistem ini mempermudah transaksi dan meningkatkan profesionalitas usaha. Manfaat yang dirasakan meliputi percepatan transaksi, pembukuan yang lebih rapi, dan hilangnya kebutuhan akan uang kembalian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, UMKM mampu beradaptasi terhadap teknologi pembayaran digital. Oleh karena itu, penerapan QRIS perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, penyedia layanan, dan institusi akademik guna memperkuat daya saing UMKM di wilayah perbatasan.