CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI SOSIAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMP NEGERI 4 SAMARINDA
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode serta mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi penggunaannya dalam interaksi sosial di lingkungan SMP Negeri 4 Samarinda. Fenomena campur kode muncul sebagai akibat dari kondisi masyarakat multibahasa yang memungkinkan penutur menggunakan lebih dari satu bahasa dalam komunikasi sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data berupa tuturan warga sekolah yang mengandung campur kode dikumpulkan melalui teknik observasi dan pencatatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang ditemukan berupa penyisipan unsur bahasa dalam bentuk kata dan frasa. Sementara itu, faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya campur kode meliputi faktor penutur, seperti kebiasaan berbahasa dan latar belakang sosial, serta faktor kebahasaan yang berkaitan dengan kecenderungan pemilihan kosakata tertentu pada tataran leksikal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa campur kode merupakan fenomena yang terjadi secara alami dalam interaksi sosial di lingkungan sekolah sebagai bagian dari praktik komunikasi masyarakat multibahasa
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.