FILM CYBERBULLY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN LITERASI DIGITAL: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DAN RESPONS MAHASISWA
Main Article Content
Abstract
Pekermbangan dan kemajuan teknologi telah meningkatkan intensitas penggunaan media sosial dikalangan mahasiswa, akan tetapi juga memunculkan berbagai permasalahan, satu diantaranya cyberbullying. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis representasi literasi digital mahasiswa dalam film Cyberbully (2011), mengidentifikasi dampak cyberbullying terhadap Kesehatan mental yang ditampilkan dalam film, serta mengevaluasi efektivitas film sebagai media pembelajaran literasi digital. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dengan metode analisis Semiotika Roland Barthes yang meliputi denotasi, konotasi, dan mitos. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi adegan film,dokumentasi, diskusi dan kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa yang telah menonton film tersebut.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa film Cyberbullying mereprentasikan literasi digital melalui aspek etika bermedia sosial, verifikasi informasi,keamanan akun, dan privasi serta tanggung jawab digital. Film tersebut juga menggambarkan dampak cyberbullying terhadap Kesehatan mental korban seperti kecemasan, isolasi sosial,, depresi hingga bunuh diri. Hasil data dari kuesioner menunjukkan bahwa literasi digital memeroleh capaian 88,4%, dampak esehatan mental 84,6%, evektivitas film sebagai media pembelajaran 81,2%, analisis sinematografi 82,6%, dan analisis naratif 82,2% yang semuanya berada pada kategori sangat tinggi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa film Cyberbully efektif digunakan sebagai media pembelajaran literasi digital untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai etika digital, pencegahan cyberbullying, dan kesadaran terhadap dampak penggunaan media sosial secara tidak bertanggung jawab.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.