ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENGOLAHAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA JAMUR (Studi Kasus: Pusat Penelitian Pertanian dan Perdesaan/Perkotaan Cendawan Eduwisata)

Main Article Content

Muhammad Tahan
Bambang Hermanto

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi pengolahan terhadap peningkatan pendapatan usaha jamur tiram di Kota Medan. Penelitian dilakukan pada unit usaha Pusat Penelitian Pertanian dan Perdesaan/Perkotaan Cendawan Eduwisata yang merupakan produsen baglog dan budidaya jamur tiram. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data primer dikumpulkan melalui survei dan wawancara terhadap 23 petani jamur tiram, sementara data sekunder diperoleh dari instansi terkait.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi budidaya jamur tiram sebesar Rp4.624.869,57, dengan penerimaan sebesar Rp24.136.956,52 dan pendapatan sebesar Rp19.521.087,00. Nilai R/C ratio sebesar 5,2 mengindikasikan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara parsial, biaya tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (p < 0,05), sedangkan biaya bahan baku dan biaya transportasi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel biaya tersebut berpengaruh signifikan terhadap pendapatan (Fhitung = 122,127 > Ftabel = 3,10). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,951, artinya 95,1% variasi pendapatan dijelaskan oleh variabel biaya produksi.


Dengan demikian, peningkatan efisiensi biaya tenaga kerja dapat menjadi strategi utama untuk meningkatkan pendapatan usaha jamur tiram. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pelaku usaha dan pemangku kebijakan dalam pengembangan agribisnis jamur tiram secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Kasmir, & Jakfar. (2012). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Kencana.
Mubyarto. (1998). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3ES.
Sari, M. (2020). Analisis Pendapatan Usaha Jamur Tiram di Kabupaten Sleman. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(1), 45–53.
Soekartawi. (2002). Analisis Usahatani. Jakarta: UI Press.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tety, E., Susanti, R., & Hapsari, R. (2017). Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Jamur Tiram di Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(2), 63–70.
Afifuddin. (2010). Pengantar Administrasi Pembangunan. Bandung: CV Alfabeta.
Billah, M. (2009). Bahan Bakar Alternatif Padat (BBAP) Serbuk Gergaji Kayu. Yogyakarta: UPN Press.
Daniel, M. (2002). Metode Penelitian Sosial Ekonomi. Jakarta: Bumi Aksara.
Fadholi. (1990). Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.
Hartono, J. (2002). Teori Ekonomi Mikro. Yogyakarta: Andi.
Kasmir, & Jakfar. (2012). Studi Kelayakan Bisnis (Cet. ke-8). Jakarta: Kencana.
Meiganati, K. B. (2007). Analisis Finansial dan Kelembagaan Usaha Jamur Tiram Putih untuk Pemanfaatan Limbah Industri Penggergajian. Institut Pertanian Bogor.
Nugroho, J. S. (2003). Perilaku Konsumen. Jakarta: Prenada Media.