PENGARUH BIAYA PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L) DI KECAMATAN GEBANG KABUPATEN LANGKAT

  • Jati Wardani
  • Farida Yani
Keywords: Biaya Produksi, Usahatani, Pendapatan, Kelayakan

Abstract

Padi merupakan bahan makanan pokok sebagaian besar rakyat Indonesia karena 95% penduduk Indonesia mengkonsumsi beras.Tingginya kebutuhan konsumsi beras disebabkan oleh sebagian besar penduduk Indonesia beranggapan bahwa beras merupakan bahan makanan pokok yang belum dapat digantikan keberadaannya. Apabila kegiatan usahatani dikelola dengan baik dan benar seharusnya petani akan memiliki pendapatan yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh faktor produksi luas lahan, biaya tenaga kerja, biaya benih,biaya  pupuk danbiaya  pestisida  terhadap   pendapatan petani. Untuk menganalisis keuntungan dalam usahatani padi sawah. Untuk menganalisis usahatani padi sawah layak yang dilakukan di Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat. Penelitian yang dilakukan ini berjenis penelitian kuantitatif dengan bentuk analisis dan subjek yang dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah petani padi sawah.Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan Regresi Liner Berganda dan  rumus pendapatan  π  =  TR – TC dan rumus kelayakan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak faktor produksi luas lahan  (X1), biaya tenaga kerja  (X2), biaya benih (X3), biaya pupuk (X4) dan  biaya pestisida (X5) yang digunakan oleh petani padi sawah berpengaruh nyata terhadap  pendapatan petani. Sedangkan secara parsial usahatani padi sawah dengan  faktor produksi  luas lahan  (X1), biaya tenaga kerja (X2), biaya pupuk (X4)  dan biaya pestisida (X5) berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah sedangkan biaya benih (X3) tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah. Keuntungan petani padi sawah  di daerah penelitian sebesar Rp. 10.593.297Rp. /musim tanam.Usahatani padi sawah layak untuk diusahakan di daerah penelitian dikarenakan nilai R/C Rasio yang di peroleh lebih besar dari satu (R/C Rasio > 1). Dengan nilai 2,41> 1, maka dikatakan bahwa usahatani padi sawah layak di usahakan di daerah penelitian.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hidayah, Ismatul. Waas, E.D. Dan Susanto, A.N. 2013. Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Padi Sawah Irigasi. Pengkajian dan Pengembangan Tekonologi Pertanian, 16, 125 (Abstr.)
Lusmi.2013. Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Desa Penyinggahan Kecamatan Pentinggahan Ilir Kabupaten Kutai Barat.EPP, 10, 11 (Abstr.)
Lestari, T, 2009. Dampak konversi Lahan Pertanian bagi taraf hidup petani. Makalah Kolokium dept sains komunikasi dan pengembangan masyarakat 26 Maret l 2015
Milfitra, W. Zain, K.M. dan Fitriana, L. 2016.Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Desa Rokan Koto Ruang Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Artikel Ilmiah. Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian
Published
2022-09-20