https://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/issue/feedJURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN2026-02-23T17:40:28+00:00apt. Ainil Fithri Pulunganumnaw.farmasainkes@gmail.comOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;">Jurnal <strong>FARMASAINKES: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan</strong> dengan Nomor <strong>E-ISSN </strong><a title="issn brin" href="https://issn.brin.go.id/terbit?search=2807-114X"><strong>2807-114X</strong></a> adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan sejak Agustus 2021, dengan Edisi Pertama Volume 1 Nomor 1, Agustus 2021. Jurnal <strong>FARMASAINKES</strong> terbit 2 kali setahun, setiap bulan Februari dan Agustus. Jurnal <strong>FARMASAINKES</strong> menerima artikel berupa hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan. Jurnal <strong>FARMASAINKES</strong> adalah Jurnal Penelitian Ilmu Farmasi, Sains dan Kesehatan yang merupakan Jurnal Akses Terbuka Nasional dan Internasional, menyediakan Platform untuk melaporkan inovasi, teknologi, inisiatif, dan penerapan pengetahuan ilmiah untuk semua aspek penelitian farmasi, sains, kedokteran, klinis dan ilmu kesehatan terkait.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Alamat Editor</strong> : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al- Washliyah, Jl. Garu II A No. 93, Harjosari I, Kec. Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara 20147</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Email</strong> : umnaw.farmasainkes@gmail.com</p> <p style="text-align: justify;"> </p>https://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/article/view/6272KARAKTERISASI SIMPLISIA, SKRINING FITOKIMIA, DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.)2026-02-14T18:46:18+00:00Asira Lubisasiralubis12@gmail.comZulmai Ranizulmairani@umnaw.ac.idGabena Indrayani Dalimunthegabenaindrayani03@gmail.comMinda Sari Lubismindalubis37@gmail.com<p>Daun kelor (<em>Moringa oleifera </em>L.) merupakan salah satu tanaman yang dikenal mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder dengan potensi sebagai antioksidan. Antioksidan berperan penting dalam menetralisir radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif serta berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor. Sampel daun kelor diperoleh dari Binjai, Sumatera Utara, kemudian diolah menjadi simplisia kering, diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan dilakukan skrining fitokimia serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH pada panjang gelombang 516 nm dengan spektrofotometer visible. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, serta steroid yang berperan sebagai antioksidan. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 122,6791 µg/mL, sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki nilai IC₅₀ sebesar 4,8253 µg/mL. Berdasarkan nilai IC₅₀, aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor termasuk dalam kategori sedang. Kesimpulannya, daun kelor mengandung metabolit sekunder dengan kemampuan antioksidan yang dapat berpotensi digunakan sebagai sumber alami penangka radikal bebas.</p>2026-02-14T16:24:55+00:00Copyright (c) 2026 Asira Lubis, Zulmai Rani, Gabena Indrayani Dalimunthe, Minda Sari Lubishttps://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/article/view/6284KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN KOMORBID DIABETES MELITUS YANG MENJALANI HEMODIALISIS2026-02-14T18:46:18+00:00Laiza Nurannisa Fauziyahlaizafauziyah@gmail.comRA Dewinta Sukma Anandadewintasukma@almaata.ac.idNurul Kusumawardaninurul.kusumawardani@almaata.ac.idDaru Estiningsihdaru_estiningsih@almaata.ac.id<p style="font-weight: 400;">Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global. salah satunya di Indonesia. Kondisi ini memiliki kaitan erat dengan komorbid Diabetes Melitus (DM). DM sebagai komorbid mempengaruhi kualitas hidup pasien. sehingga pengukuran kualitas hidup dapat membantu mengidentifikasi aspek yang terganggu dan mengukur efektivitas terapi jangka panjang yang dijalani oleh pasien. Oleh karena itu. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komorbid DM dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Desain penelitian <em>cross-sectional</em> dengan pendekatan observasional kuantitatif<em>.</em> Populasi penelitian ini sebanyak 122 responden. dengan sampel yang diambil sebanyak 104 responden dengan teknik <em>purposive sampling</em> yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data sosiodemografi dan klinis dikumpulkan melalu <em>Case Report Form</em> (CRF) dan rekam medis. sedangkan kualitas hidup dinilai menggunakan kuesioner EQ-5D-3L. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan komorbid DM memiliki masalah pada domain <em>mobility</em> (29.7%) dan <em>self-care</em> (18.9%). yang mencerminkan keterbatasan fisik dan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Analisis uji <em>chi-square</em>. menunjukkan adanya hubungan signifikan (p=0.021<0.05) antara komorbid DM dengan kualitas hidup pasien GGK (OR=1.408; 95%CI=1.017-1.951). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara komorbid DM dan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis. di mana pasien dengan DM cenderung memiliki kualitas hidup lebih rendah. terutama pada aspek mobilitas dan perawatan diri. Diperlukan edukasi. rehabilitasi. dan dukungan psikososial untuk meningkatkannya</p>2026-02-14T16:56:25+00:00Copyright (c) 2026 Laiza Nurannisa Fauziyah, RA Dewinta Sukma Ananda, Nurul Kusumawardani, Daru Estiningsihhttps://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/article/view/6332PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) DALAM SEDIAAN KRIM BODY SCRUB SEBAGAI ANTI - AGING ALAMI2026-02-14T18:46:18+00:00Mandike Gintingmandike.ginting@gmail.comDarwin Syamsuldarwin.syamsul@gmail.comSiti Fatimah Hanumhanumfatimah.2171@gmail.comIndah Pertiwinaspiliindah@gmail.comSuci Ning Hayatisucyhayati747@gmail.com<p>Lobak putih (<em>Raphanus sativus</em> L.) mengandung kalsium, magnesium, vitamin C, serta pigmen antosianin yang berperan sebagai antioksidan alami menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini. Penuaan kulit dapat diperlambat melalui perawatan kulit menggunakan krim <em>body scrub</em> yaitu kosmetik pembersih yang mengandung exfolien untuk mempercepat pengelupasan sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan melihat efektivitas krim <em>body scrub</em> lobak putih sebagai <em>anti aging</em> alami. Penelitian ini bersifat eksperimental. Lobak putih diekstraksi menggunakan etanol, kemudian uji karakteristik simplisia dan skrining fitokimia. Ekstrak diformulasikan dalam sediaan krim <em>body scrub</em>. Evaluasi mutu fisik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan uji iritasi kulit. Uji efektivitas <em>anti-aging</em> dilakukan pada 15 orang sukarelawan dengan pengukuran parameter kadar air (<em>moisture</em>), kehalusan (<em>evenness</em>), pori (<em>pore</em>), noda (<em>spot</em>), kerutan (<em>wrinkle</em>) menggunakan alat <em>skin analyzer </em>Aramo SG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia lobak putih memenuhi persyaratan mutu dan skrining fitokimia menunjukkan adanya metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin. Sediaan krim <em>body scrub</em> berbentuk semi solid, berwarna putih, hingga kekuningan sampai cokelat tua, beraroma vanila; homogen; pH berkisar antara 5,46–6,2 dan tidak mengiritasi kulit. Uji efektifitas <em>anti aging</em> sukarelawan pada F0, F1, F2, F3 dan F4 berturut–turut menunjukkan peningkatan <em>moisture</em> (73,84%; 57,7%; 55,4%; 47,1%; 67,72%); peningkatan <em>evenness</em> (26,19%; 24,1%; 24,2%; 19,9%; 43,08%); penurunan <em>spot </em>(59,44%; 74,3%; 79,4%; 82,4%, 66,33%); penurunan <em>wrinkle</em> (68,11%; 62,50%; 83,8%; 69,8%; 50,98%), penurunan <em>pore</em> (58,25%; 21,9%; 51,1%; 41,5%; 29,8%). Ekstrak etanol lobak putih (<em>Raphanus sativus </em>L.) dapat diformulasikan sebagai krim <em>body scrub</em> yang memberikan efek <em>anti-aging</em></p>2026-02-14T17:06:33+00:00Copyright (c) 2026 Mandike Ginting, Darwin Syamsul, Siti Fatimah Hanum, Indah Pertiwi, Suci Ning Hayatihttps://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/article/view/6321ANALISIS HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP OUTCOME KLINIS PASIEN HIPERLIPIDEMIA2026-02-14T18:46:18+00:00Silvi Elandri Ilmi GuciSilvielandri1204@gmail.comSri Wahyunisriwahyuni.sgi5@gmail.comSyilvi Rinda Sarisarisyilvirinda@gmail.comKiki Rawitrikikirawitri26@gmail.com<p>Hiperlipidemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang berisiko menyebabkan penyakit kardiovaskular jika tidak ditangani dengan baik. Keberhasilan pengelolaan kondisi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hiperlipidemia serta menganalisis hubungan keduanya terhadap <em>outcome klinis</em>. Desain penelitian dengan pendekatan <em>cross-sectional </em>yang melibatkan 110 responden di UPT Puskesmas Teladan Kota Medan. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji <em>spearman rho </em>untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan minum obat dengan <em>outcome klinis </em>pasien hiperlipidemia.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan minum obat dari pasien hiperlipidemia sebanyak 10 pasien (9,1%) memiliki tingkat kepatuhan minum obat dengan kategori tinggi. Kepatuhan minum obat sebagian besar berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 74 pasien (67,3%), sedangkan 26 pasien (23,6%) lainnya termasuk dalam kategori rendah. Setelah dilakukan uji analisis menggunakan uji <em>spearman rho </em>didapatkan hubungan kepatuhan minum obat dengan kolesterol total tidak signifikan (p=0,777);hubungan kepatuhan minum obat dengan HDL juga tidak signifikan (p=0,883);hubungan kepatuhan minum obat dengan trigliserida tidak signifikan (p=0,278);hubungan kepatuhan minum obat dengan LDL tidak signifikan (p=0,597). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan <em>outcome klinis.</em></p>2026-02-14T17:18:22+00:00Copyright (c) 2026 Silvi Elandri Ilmi Guci, Sri Wahyuni, Syilvi Rinda Sari, Kiki Rawitrihttps://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/article/view/6263FORMULASI NANOPARTIKEL DARI LIMBAH EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L.) DALAM BENTUK TEH SEDUHAN2026-02-23T17:40:28+00:00Sofia Rahmisofiarahmi@delihusada.ac.idRika Puspita Saririkapuspitatambunan@gmail.comNurul Dahlia Harahapnurulharahap291@gmail.comJekson Martiar Siahaanjekson.siahaan.sked@gmail.comJuli Yosa Megajuliyosamega@yahoo.comYosy Cinthya Eriwaty Silalahiyosy_silalahi@yahoo.com<p>Limbah kulit nenas memiliki kandungan gizi karbohidrat, protein, gula reduksi, serat kasar dan air. Kulit nenas juga memiliki metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Spesifikasi dari senyawa flavonoid ekstrak kulit nenas yaitu senyawa kuersetin. Limbah kulit nenas jika dikonsumsi dalam bentuk rebusan kurang diminati karena berbau langu atau jamu. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah kulit nanas menjadi sediaan nanopartikel dalam bentuk teh seduhan. Pembuatan nanopartikel ekstrak diawali dari pembuatan ekstrak dan kemudian dilakukan pencampuran dengan bahan kitosan serta NaTPP dengan perbandingan (1:1:1; 1:5:1 dan 1:10:1), kemudian dihomogenizer dengan kecepatan 4000 rpm selama 90 menit dan <em>freeze drying</em> selama 1x24 jam untuk mendapatkan nanopartikel kering. Dilakukan evaluasi sediaan seperti organoleptis, ukuran partikel, dan zeta potensial. Hasil yang pada organoleptis yaitu berwarna coklat, berbau khas dan berbentuk bubuk. Hasil ukuran partikel diperoleh F3 memiliki ukuran partikel terkecil (145,267±0.06) nm dan zeta potensial (30.27±0.12) mV. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu F3 (ekstrak:kitosan:NaTPP dengan perbandingan 1:10:1) memiliki hasil terbaik dibandingkan formula lainnya.</p>2026-02-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sofia Rahmi, Rika Puspita Sari, Nurul Dahlia Harahap, Jekson Martiar Siahaan, Juli Yosa Mega, Yosy Cinthya Eriwaty Silalahihttps://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/article/view/6351AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MARBOSI-BOSI (Tarenna polycarpa (miq.) koord. & Valeton) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus2026-02-14T18:46:18+00:00Wardah Nasutionwardahnasution2020@gmail.comHaris Munandar Nasutionharismunandar@umnaw.ac.idGabena Indrayani DalimuntheGabenaindrayani03@gmail.comZulmai Ranizulmairani22@gmail.com<p>Daun marbosi-bosi (<em>Tarenna polycarpa</em> (Miq.) Koord. & Valeton) memiliki banyak kegunaan, termasuk sebagai bahan minuman herbal, dan obat tradisional. Buah ini mengandung antioksidan dan nutrisi yang berpotensi sebagai agen antibakteri, terutama terhadap <em>Staphylococcus aureus</em> . Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menilai kemampuan antibakteri dari ekstrak etanol daun Marbosi-bosi (<em>Tarenna polycarpa</em> (Miq.) Koord. & Valeton) terhadap pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Tanaman Marbosi-bosi mengandung beragam metabolit sekunder, antara lain flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid, yang dikenal memiliki aktivitas sebagai agen antibakteri alami. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan ekstrak sebagai pilihan terapi jerawat berbasis bahan herbal. Tahapan penelitian diawali dengan pembuatan ekstrak dari simplisia daun Marbosi-bosi melalui teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, pengujian daya hambat antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri penyebab jerawat dan infeksi kulit, yaitu Staphylococcus aureus. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak dengan konsentrasi 45% menghasilkan diameter zona hambat paling besar, yaitu sebesar 16,23 mm terhadap Staphylococcus aureus, yang tergolong ke dalam kategori aktivitas antibakteri kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Marbosi-bosi memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai komponen aktif alami dalam formulasi sediaan farmasi.</p>2026-02-14T17:51:55+00:00Copyright (c) 2026 Wardah Nasution, Haris Munandar Nasution, Gabena Indrayani Dalimunthe, Zulmai Ranihttps://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/article/view/6242FORMULASI NANOGEL TABIR SURYA EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm. f. 2026-02-14T18:46:18+00:00Zela Oktaviazelaoktavia14@gmail.comMinda Sari Lubismindasarilubis@umnaw.ac.idRafita Yuniartirapitayuniarti@gmail.comAinil Fithri Pulunganainilfithri240@gmail.com<p>Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm. f.) dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat karena kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan nanogel tabir surya berbahan dasar ekstrak etanol lidah buaya untuk melihat kemampuan sebagai tabir surya dengan cara menghitung nilai <em>sun protection factor</em>.</p> <p>Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% lalu diuji senyawa metabolit sekunder. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, serta uji nilai SPF sebagai penanda aktivitas tabir surya. Sediaan nanogel diformulasikan ke dalam tiga konsentrasi berdasarkan hasil pengujian antioksidan ekstrak lidah buaya.</p> <p>Hasil menunjukkan bahwa sediaan nanogel memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan sediaan topikal. Nilai IC50 dari ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 116,148 µg/ mL. Nilai SPF dari sediaan nanogel berada dalam rentang proteksi sedang dan memiliki nilai tertinggi pada konsentrasi 2500 ppm pada setiap formula. Dengan demikian, nanogel ekstrak lidah buaya berpotensi dikembangkan sebagai sediaan tabir surya alami dengan cara meningkatkan konsentrasi ekstrak sebagi zat aktif yang efektif melindungi kulit dari efek buruk sinar UV dan radikal bebas.</p> <p><strong>Kata Kunci: Lidah buaya, nanogel, antioksidan, tabir surya.</strong><strong> </strong><strong> </strong></p> <p><strong> </strong></p> <p>ABSTRAC</p> <p><em>Aloe vera (Aloe vera (L.) Burm. f.) is known as a herbal plant with strong antioxidant activity due to its secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, and glycosides. This study aims to develop a sunscreen nanogel formulation based on aloe vera ethanol extract to assess its efficacy as a sunscreen by calculating the sun protection factor (SPF) value.</em></p> <p><em>The extract was obtained through maceration using 96% ethanol solvent, followed by testing for secondary metabolites. Antioxidant activity was assessed using the DPPH method, and SPF value was determined as an indicator of sunscreen efficacy. The nanogel formulation was prepared in three concentrations based on the antioxidant activity test results of the aloe vera extract.</em></p> <p><em>The results showed that the nanogel formulation had physical characteristics consistent with the requirements for topical formulations. The IC50 value of the extract indicated moderate antioxidant activity with an IC50 value of 116.148 µg/mL. The SPF value of the nanogel formulation falls within the moderate protection range and reaches its highest value at a concentration of 2500 ppm in each formulation. Thus, aloe vera extract nanogel has the potential to be developed as a natural sunscreen formulation by increasing the concentration of the extract as an effective active ingredient to protect the skin from the harmful effects of UV rays and free radicals.</em></p> <p><strong><em>Keywords: Aloe vera, nanogel, antioxidant, sunscreen.</em></strong></p>2026-02-14T18:00:47+00:00Copyright (c) 2026 Zela Oktavia, Minda Sari Lubis, Rafita Yuniarti, Ainil Fithri Pulunganhttps://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/article/view/6294PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN TANIN SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIAK-SIAK (Dianella ensifolia (L.) Redoutè)2026-02-14T18:46:18+00:00M. Ainur Rifqim.ainurrifqi2002@gmail.comRafita Yuniartirapitayuniarti@gmail.comMinda Sari Lubismindalubis37@gmail.comHaris Munandar Nasutionharismunandarnst@gmail.com<p>Daun siak-siak (<em>Dianella ensifolia</em> (L.) Redoutè) merupakan tanaman obat tradisional yang secara empiris digunakan dalam pengobatan penyakit infeksi, namun kajian ilmiah terkait kandungan metabolit sekunder dan aktivitas biologisnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total, tanin, serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun siak-siak terhadap <em>Staphylococcus epidermidis</em>. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis melalui pereaksi AlCl₃ dan natrium asetat, sedangkan kadar tanin ditentukan dengan metode Folin–Ciocalteu menggunakan asam galat sebagai standar. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi ekstrak 10%, 15%, dan 20%, dengan antibiotik sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun siak-siak mengandung flavonoid total sebesar 52,98 ± 0,26 mg/g dan tanin sebesar 196,47 ± 118,78 mg/g. Aktivitas antibakteri meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan zona hambat pada konsentrasi 20% masing-masing sebesar 22,8 mm, 24,167 mm, dan 27,067 mm yang tergolong aktivitas antibakteri sangat kuat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa daun siak-siak memiliki potensi sebagai sumber antibakteri alami yang kaya senyawa polifenol dan berpeluang dikembangkan sebagai bahan fitofarmaka.</p>2026-02-14T18:14:33+00:00Copyright (c) 2026 M. Ainur Rifqi, Rafita Yuniarti, Minda Sari Lubis, Haris Munandar Nasutionhttps://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/article/view/6363OLASI DAN KARAKTERISASI KITOSAN DARI CANGKANG KERANG KIJING (Pilsbryoconcha exilis)2026-02-14T18:46:18+00:00Nelsi Afriatiafriatinelsi@gmail.comRidwantoridwanto@umnaw.ac.idRafita Yuniartirapitayuniarti@gmail.comZulmai Ranizulmairani@umnaw.ac.id<p>Limbah laut yang melimpah di Indonesia bisa dipergunakan menjadi sumber kitin. Limbah dari hewan bersisik keras atau kerang-kerangan mengandung senyawa kitin. Kerang kijing (Pilsbryoconcha exilis) adalah jenis kerang yang tinggal menempel atau berada pada dasar sungai. Salah satu strategi pengelolaan limbah cangkang kerang kijing adalah dengan mengolahnya menjadi bahan baku kitosan. Kitosan sendiri ialah polimer linear yang didapat melalui kitin melalui proses deasetilasi. Untuk menentukan gugus fungsi dan sifat kitosan, digunakan analisis Fourier Transform Infrared (FTIR). Prosedur isolasi yang diterapkan meliputi deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi. Hasil penelitian menunjukkan derajat deasetilasi sebesar 75,53%, menghasilkan serbuk halus dengan warna putih kekuningan dan tidak berbau. Dari uji kelarutan, kitosan larut dalam asam asetat. Kadar air yang didapat adalah 2,66% dan kadar abu 0,32%. Dengan demikian, limbah cangkang kerang kijing berhasil terisolasi secara baik dan mencapai pemenuhan standar SNI, dengan derajat deasetilasi ≥75%.</p> <p> </p>2026-02-14T18:22:32+00:00Copyright (c) 2026 Nelsi Afriati, Ridwanto, Rafita Yuniarti, Zulmai Ranihttps://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/article/view/6341EFEKTIVITAS JUS JAMBU BIJI MERAH DAN JUS APEL DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH2026-02-14T18:46:18+00:00Victor H Hutagalungvictor.hutagalung68@gmail.comMinda Sari Lubismindalubis37@gmail.comRafita Yuniartirapitayuniarti@gmail.comZulmai Ranizulmairani@umnaw.ac.id<p>Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi terus meningkat, termasuk di Indonesia. Upaya pengendalian kadar glukosa darah tidak hanya melalui terapi medis tetapi juga melalui intervensi nutrisi berbasis pangan lokal yang kaya antioksidan. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas pemberian jus jambu biji merah (Psidium guajava L.) dan jus apel (Malus domestica) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan di praktik dokter. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental non-randomized pre–post test dengan dua kelompok perlakuan, masing-masing 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kedua kelompok mendapatkan perlakuan konsumsi jus buah masing-masing, dan kadar glukosa darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat Easy Touch GCU dan metode enzimatik GOD-PAP. Analisis data dilakukan dengan uji univariat dan bivariat untuk menilai perbedaan kadar glukosa sebelum dan sesudah pemberian jus. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi jus jambu biji merah dan jus apel secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah (p<0,05). Penurunan rata-rata kadar glukosa darah lebih besar pada kelompok jus apel (163,83 mg/dL) dibanding kelompok jus jambu biji merah (198,20 mg/dL). Temuan ini menegaskan bahwa kedua jus berpotensi sebagai intervensi nutrisi alami dalam membantu pengelolaan kadar glukosa darah, dengan jus apel menunjukkan efektivitas lebih tinggi. Kesimpulannya, konsumsi jus jambu biji merah dan jus apel dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang bermanfaat untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2.</p>2026-02-14T18:38:06+00:00Copyright (c) 2026 Victor H Hutagalung, Minda Sari Lubis, Rafita Yuniarti, Zulmai Ranihttps://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/FJFSK/article/view/6365FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook.f.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA RONGGA MULUT2026-02-15T16:10:37+00:00Fradilla Dama Yantidilafradila455@gmail.comMinda Sari Lubismindasarilubis@umnaw.ac.idRafita Yuniartirafitayuniarti@umnaw.ac.idZulmai Ranizulmairani@umnaw.ac.id<p>Karies gigi adalah salah satu isu kesehatan yang berkaitan dengan gigi dan mulut, yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, khususnya Streptococcus mutans. Bunga lawang (<em>Illicium verum</em> Hook. f.) dikenal memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri alami. Penggunaan tanaman herbal ini dalam bentuk tablet hisap diharapkan dapat menjadi pilihan terapi alternatif untuk mempertahankan kebersihan serta kesehatan rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi tablet hisap dari simplisia bunga lawang dan menguji efek antibakterinya terhadap Streptococcus mutans.</p> <p>Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat simplisia bunga lawang, diikuti dengan pengujian karakterisasi fisik dan fitokimia. Formula yang menggunakan bahan tambahan untuk penghancur dicampurkan secara proporsional yaitu 10%:10% melalui metode granulasi basah. Evaluasi dilakukan terhadap karakter fisik granul (sudut diam, laju alir, indeks tap) dan tablet (keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur, kerapuhan), serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap Streptococcus mutans.</p> <p>Temuan penelitian menunjukkan bahwa formula tablet hisap memenuhi standar fisik yang ditentukan oleh Farmakope Indonesia, kecuali untuk kekerasan tablet yang sedikit di bawah batas minimal. Pengujian aktivitas antibakteri mengindikasikan bahwa simplisia bunga lawang mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan menunjukkan efek antibakteri yang baik.</p>2026-02-15T16:10:37+00:00Copyright (c) 2026 Fradilla Dama Yanti, Minda Sari Lubis, Rafita Yuniarti, Zulmai Rani