PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH SAYUR DAN BUAH PASAR WOSI KABUPATEN MANOKWARI SEBAGAI PUPUK ORGANIK
Main Article Content
Abstract
Peningkatan timbulan limbah sayur dan buah di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, menimbulkan persoalan lingkungan seperti bau, pencemaran lindi, dan tingginya beban TPA akibat tidak adanya pemilahan dan pengolahan limbah organik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah organik pasar melalui pelatihan pengomposan aerobik, mengevaluasi kualitas kompos yang dihasilkan, serta menerapkan kompos pada tanaman hortikultura untuk melihat efektivitasnya. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan stakeholder, edukasi teori, praktik pembuatan kompos menggunakan bahan limbah pasar, dan EM11, serta monitoring proses fermentasi selama 30 hari. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dan kemampuan peserta dalam melakukan pemilahan, pencacahan, pencampuran, hingga pembalikan kompos secara mandiri. Kompos yang dihasilkan memiliki ciri fisik matang dan mampu memperbaiki struktur tanah serta meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung, tomat, dan ubi jalar. Program ini terbukti mengurangi jumlah limbah organik yang dibuang ke TPA serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi melalui potensi pemanfaatan kompos sebagai pupuk lokal. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung program Manokwari 0 Sampah dan pertanian berkelanjutan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.