Penguatan Toleransi Beragama Melalui Implementasi Nilai Sila Pertama Pancasila Di Sekolah Dasar

Main Article Content

Yosefo Gule
Johannes Keliat
Eti Muliani
Evan Hartanta Barus
Pema Julianto Pandia
Desti Natalia Sembiring
Desli Mianda Maria Manik

Abstract

Strengthening religious tolerance through the implementation of the values of the First Principle of Pancasila—Belief in One Almighty God—is essential in shaping children’s character from an early age. This community service program was conducted at SD Negeri 040459 Berastagi with the aim of enhancing students’ understanding of the meaning of divine belief and its application in developing mutual respect among different religions. The methods employed included interactive socialization, educational games, illustrated storytelling, and value reflection activities. The results revealed a significant improvement in students’ comprehension of tolerance values and their demonstration of respectful behavior in school life. Teachers also gained new insights into integrating divine values into character education. This program highlights that the contextual implementation of the First Principle of Pancasila effectively strengthens tolerance and fosters a peaceful, harmonious, and civilized learning environment.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Gule, Y., Johannes Keliat, Eti Muliani, Evan Hartanta Barus, Pema Julianto Pandia, Desti Natalia Sembiring, & Desli Mianda Maria Manik. (2025). Penguatan Toleransi Beragama Melalui Implementasi Nilai Sila Pertama Pancasila Di Sekolah Dasar. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 411-420. https://doi.org/10.32696/ajpkm.v9i2.5757
Section
Articles
Author Biographies

Johannes Keliat, FKIP-PGSD Universitas Quality Berastagi

Penguatan toleransi beragama melalui implementasi nilai sila pertama Pancasila di sekolah dasar menjadi penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di SD Negeri 040459 Berastagi dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap makna Ketuhanan Yang Maha Esa serta penerapannya dalam sikap saling menghormati antaragama. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, permainan edukatif, cerita bergambar, dan refleksi nilai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai toleransi dan munculnya perilaku saling menghargai dalam kehidupan sekolah. Guru juga memperoleh wawasan baru tentang integrasi nilai Ketuhanan dalam pembelajaran karakter. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengamalan sila pertama Pancasila secara kontekstual mampu memperkuat nilai toleransi dan menciptakan lingkungan belajar yang damai, rukun, dan berkeadaban.

Eti Muliani, FKIP-PGSD Universitas Quality Berastagi

Penguatan toleransi beragama melalui implementasi nilai sila pertama Pancasila di sekolah dasar menjadi penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di SD Negeri 040459 Berastagi dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap makna Ketuhanan Yang Maha Esa serta penerapannya dalam sikap saling menghormati antaragama. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, permainan edukatif, cerita bergambar, dan refleksi nilai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai toleransi dan munculnya perilaku saling menghargai dalam kehidupan sekolah. Guru juga memperoleh wawasan baru tentang integrasi nilai Ketuhanan dalam pembelajaran karakter. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengamalan sila pertama Pancasila secara kontekstual mampu memperkuat nilai toleransi dan menciptakan lingkungan belajar yang damai, rukun, dan berkeadaban.

Evan Hartanta Barus, FKIP-PGSD Universitas Quality Berastagi

Abstrak

Penguatan toleransi beragama melalui implementasi nilai sila pertama Pancasila di sekolah dasar menjadi penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di SD Negeri 040459 Berastagi dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap makna Ketuhanan Yang Maha Esa serta penerapannya dalam sikap saling menghormati antaragama. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, permainan edukatif, cerita bergambar, dan refleksi nilai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai toleransi dan munculnya perilaku saling menghargai dalam kehidupan sekolah. Guru juga memperoleh wawasan baru tentang integrasi nilai Ketuhanan dalam pembelajaran karakter. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengamalan sila pertama Pancasila secara kontekstual mampu memperkuat nilai toleransi dan menciptakan lingkungan belajar yang damai, rukun, dan berkeadaban.

Pema Julianto Pandia, FKIP-PGSD Universitas Quality Berastagi

Penguatan toleransi beragama melalui implementasi nilai sila pertama Pancasila di sekolah dasar menjadi penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di SD Negeri 040459 Berastagi dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap makna Ketuhanan Yang Maha Esa serta penerapannya dalam sikap saling menghormati antaragama. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, permainan edukatif, cerita bergambar, dan refleksi nilai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai toleransi dan munculnya perilaku saling menghargai dalam kehidupan sekolah. Guru juga memperoleh wawasan baru tentang integrasi nilai Ketuhanan dalam pembelajaran karakter. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengamalan sila pertama Pancasila secara kontekstual mampu memperkuat nilai toleransi dan menciptakan lingkungan belajar yang damai, rukun, dan berkeadaban.

Desti Natalia Sembiring, FKIP-PGSD Universitas Quality Berastagi

Penguatan toleransi beragama melalui implementasi nilai sila pertama Pancasila di sekolah dasar menjadi penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di SD Negeri 040459 Berastagi dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap makna Ketuhanan Yang Maha Esa serta penerapannya dalam sikap saling menghormati antaragama. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, permainan edukatif, cerita bergambar, dan refleksi nilai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai toleransi dan munculnya perilaku saling menghargai dalam kehidupan sekolah. Guru juga memperoleh wawasan baru tentang integrasi nilai Ketuhanan dalam pembelajaran karakter. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengamalan sila pertama Pancasila secara kontekstual mampu memperkuat nilai toleransi dan menciptakan lingkungan belajar yang damai, rukun, dan berkeadaban.

Desli Mianda Maria Manik, FKIP-PGSD Universitas Quality Berastagi

Penguatan toleransi beragama melalui implementasi nilai sila pertama Pancasila di sekolah dasar menjadi penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di SD Negeri 040459 Berastagi dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap makna Ketuhanan Yang Maha Esa serta penerapannya dalam sikap saling menghormati antaragama. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif, permainan edukatif, cerita bergambar, dan refleksi nilai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai toleransi dan munculnya perilaku saling menghargai dalam kehidupan sekolah. Guru juga memperoleh wawasan baru tentang integrasi nilai Ketuhanan dalam pembelajaran karakter. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengamalan sila pertama Pancasila secara kontekstual mampu memperkuat nilai toleransi dan menciptakan lingkungan belajar yang damai, rukun, dan berkeadaban.