Training on Processing Cocoa Husk Waste into Compost as an Effort to Promote Environmentally Friendly and Sustainable Agriculture
Main Article Content
Abstract
Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bekerja sama dengan Kelompok Tani Inovasi di Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak yang aktif melakukan budidaya kakao. Komoditas kakao adalah salah satu komoditas potensial di daerah ini, pada tahun 2024 luas lahan kakao produktif di Kecamatan Guguak mencapai 362 Ha, merupakan produsen kakao terbesar kedua di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan total produksi 165,80 ton/tahun pada tahun 2024. Seiring tingginya produksi, timbul permasalahan limbah pascapanen berupa kulit (73,7%) dan pulp kakao (10,1%) yang menumpuk serta berdampak pada lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan pelatihan pengolahan limbah kulit kakao dan pulp menjadi kompos, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengolahan limbah kulit kakao, serta mengurangi limbah kakao guna mewujudkan pertanian kakao ramah lingkungan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani terkait pengolahan limbah sebesar 85,42% (kategori tinggi) dan penurunan limbah kakao sebesar 90,24%.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.