Membangun Membangun Kesadaran Anti-Bullying di Desa Gebanganom Wetan melalui Sosialisasi dan Edukasi Peningkatan Peran Masyarakat Melalui Program KKN
Main Article Content
Abstract
Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang hingga kini masih marak terjadi, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat secara umum. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam laporan tahunannya mencatat bahwa sepanjang tahun 2024 terdapat 2.057 kasus pengaduan terkait pelanggaran hak anak. Dari jumlah tersebut, sebagian besar terkait dengan pengasuhan bermasalah, diikuti kasus kekerasan seksual, kekerasan fisik dan psikis, hingga persoalan akses pendidikan, tujuan dari penulisan artikel pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi potensi bullying yang terjadi di Desa Gebanganom Wetan, menjelaskan implementasi program sosialisasi anti-bullying yang dilaksanakan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta menganalisis dampak yang ditimbulkan terhadap pemahaman dan sikap anak-anak dalam mencegah perilaku bullying. Penelitian dilaksanakan melalui berbagai kegiatan edukatif seperti sosialisasi anti-bullying, nonton bareng film edukatif serta monitoring dan evaluasi melalui angket. Hasil dari penelitian ini adalah sosialisasi anti-bullying yang dilaksanakan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai definisi, bentuk, dan dampak dari perilaku perundungan, setelah pemutaran film, diskusi yang dipandu fasilitator berhasil menggali persepsi peserta dan menghubungkan konflik dalam film dengan situasi nyata di lingkungan mereka, hasil angket menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai jenis-jenis bullying dan cara melaporkannya.
Kata kunci: Anti-Bullying, Kesadaran Masyarakat, Sosialisasi dan Edukasi
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.